Assalamu Alaikum, Wr. Wb.
Apa yang terjadi di Indonesia beberapa tahun belakangan ini, dimulai dengan peledakan sebuah cafe di Bali oleh beberapa orang yang menyebut dirinya jihadis, di tahun 2002, kemudian disusul oleh peledakan-peledakan bom lainnya, pembunuhan aparat, dan pengrusakan rumah ibadah umat beragama lain, khususnya Nasrani, yang kemudian makin marak di sekitar tahun 2012 setelah ISIS mulai berkuasa di tanah Syria dan meluaskan pengaruhnya hingga ke seluruh penjuru dunia melalui para jihadis (mereka menganggap diri mereka berjihad) dan mengancam semua kekuatan diluar kaum mereka melalui serangaian bom bunuh diri dan penyerangan kepada aparat kepolisian dan aset-aset Barat, sangat meresahkan dan mencoreng agama Islam, agama tauhid yang diajarkan dengan suri tauladan Nabi Muhammad SAW.
Hampir setiap kekerasan bertema agama dilakukan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan agama sebagai landasan tindak kekerasan mereka, Betulkah Islam mengajarkan kekerasan kepada pengikutnya? Benarkah peperangan dianjurkan dalam Islam sebagai jalan untuk dakwah Islam?
“Hai manusia, sesungguhnya Kami
menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan
menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling
mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah
orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha
Mengenal.” (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).
Ayat di atas jelas menggambarkan anjuran Islam untuk kedamaian, meskipun berbeda suku, golongan, bangsa dan agama. Sehingga tidaklah benar anggapan banyak pihak, termasuk isadanislam.com, yang menampilkan ayat-ayat perang, yang nyatanya diturunkan pada masa2 perang membela agama Islam yang masih baru dari serangan kaum kafir jahiliah Arab dan komplotannya, kaum munafik, yang menampilkan wajah Islam sebagai agama yang diajarkan untuk berperang dan membunuh.
Dari Ibnu Mas’ud RA, ia berkata :
Rasulullah SAW bersabda:
”Maukah aku
kabarkan kepadamu orang yang diharamkan masuk neraka atau orang yang
nereka itu haram baginya?, (Neraka itu) diharamkan atas setiap orang
yang halus, lembut dan mudah"
[HR. Thirmidzi, ia berkata: "Hadits Hasan", dan Ibnu Hibban dalam shahihnya]
[HR. Thirmidzi, ia berkata: "Hadits Hasan", dan Ibnu Hibban dalam shahihnya]
Sungguh Indah ajaran Islam sobat, manusia yang halus, lembut dan mudah, yang berarti Islam secara jelas melarang ummatnya berlaku keji, kasar dan berbuat onar.
Dalam buku Khithabuna al-Islami fi `Ashr al-Aulamah, al-Qaradlawi menunjukkan bukti-bukti lain tentang dukungan Islam terhadap perdamaian.
Dalam buku Khithabuna al-Islami fi `Ashr al-Aulamah, al-Qaradlawi menunjukkan bukti-bukti lain tentang dukungan Islam terhadap perdamaian.
1. Islam mendorong kaum Muslim agar menyambut setiap ajakan menuju perdamaian (QS al-Anfal [7]: 61).
2. Rasulullah SAW mengingatkan para sahabat agar tidak mencari-cari musuh (HR Bukhari dan Muslim).
3. Rasulullah SAW melarang kaum
Muslim menamai anak-anak mereka dengan nama ‘Harb’ (perang) dan ‘Murrah’
(pahit-getir), dua nama kebanggaan pada masyarakat jahiliah.
“Serulah (manusia)
kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan
bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu
Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya
dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”
(QS. 16:125)
(QS. 16:125)
Lantas, umat Islam mana yang yang membakar gereja, membom cafe dan pos polisi? Manusia dilahirkan berbeda-beda sobat, itu sudah pasti. Rasulullah SAW bahkan menggambarkan bahwa di akhir zaman akan ada banyak golongan dan aliran dalam Islam, yang semoga kita berada di jalan yang benar.
"Dari Abi Hurairah Rda, beliau berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Telah berfirqah-firqah (golongan) orang Yahudi atas 71 firqah dan orang
Nashara seperti itu pula dan akan berfirqah ummatku atas 73 firqah"
(Hadits riwayat Imam Tirmidzi)"
Islam sejati adalah Islam yang berpanutan kepada suri tauladan Nabi Muhammad SAW, melalui hadistnya dan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya yang termaktub dalam firman Allah SWT dalam Al-Quran Al Kariim. Itulah Islam sebenarnya, Islam yang Indah dan memberi rasa aman dan nyaman kepada semesta alam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar