Minggu, 01 Januari 2017

Sedekah tidak akan memiskinkan anda

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
 
Sedekah berasal dari kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu' (sedekah secara spontan dan sukarela).



Ahli fikih juga sepakat hukum sedekah pada dasarnya adalah sunnah, berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Di samping sunah, adakalanya hukum sedekah menjadi haram yaitu dalam kasus seseorang yang bersedekah mengetahui pasti bahwa orang yang bakal menerima sedekah tersebut akan menggunakan harta sedekah untuk kemaksiatan. Terakhir ada kalanya juga hukum sedekah berubah menjadi wajib, yaitu ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang sedang kelaparan hingga dapat mengancam keselamatan jiwanya, sementara dia mempunyai makanan yang lebih dari apa yang diperlukan saat itu. Hukum sedekah juga menjadi wajib jika seseorang bernazar hendak bersedekah kepada seseorang atau lembaga.

Sedekah dalam arti sadaqah at-tatawwu' berbeda dengan zakat. Sedekah lebih utama jika diberikan secara diam-diam dibandingkan diberikan secara terang-terangan dalam arti diberitahukan atau diberitakan kepada umum. Hal ini sejalan dengan hadits Nabi SAW dari sahabat Abu Hurairah. Dalam hadits itu dijelaskan salah satu kelompok hamba Allah SWT yang mendapat naungan-Nya di hari kiamat kelak adalah seseorang yang memberi sedekah dengan tangan kanannya lalu ia sembunyikan seakan-akan tangan kirinya tidak tahu apa yang telah diberikan oleh tangan kanannya tersebut.

''Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaktian (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai...'' (QS Ali Imran [3]: 92)

Pahala sedekah akan lenyap bila si pemberi selalu menyebut-nyebut sedekah yang telah ia berikan atau menyakiti perasaan si penerima. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya yang berarti:

''Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.'' (QS Al Baqarah [2]: 264).

Secara matematis, sedekah akan mengurangi jumlah harta kita. Benar, itu secara matematis seperti menghitung 10 - 1 = 9. Tapi apakah sedekah bisa dihitung dengan sesimple itu? TIDAK !! Menghitung secara matematis tidak berlaku untuk persoalan yang melibatkan Allah SWT secara langsung di dalamnya.

Ada 3 janji Allah yang diberikan kepada mereka yang bersedekah.
Janji Allah SWT tersebut telah disampaikan melalui Rasul-Nya, Nabi Muhammad SAW.
Berikut 3 Keutamaan Sedekah

1. Bisa Menghapus Dosa Sedekah bisa menghapuskan dosa-dosa orang yang bersedekah. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW, beliau bersabda,
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi).
Tentu saja penghapusan dosa ini harus disertai dengan doa dan taubat nasuha dari perbuatan-perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Taubat ini juga bererti harus berhenti dari dosa yang pernah diperbuatnya. Dan sedekah itu juga bukan berasal dari perbuatan yang melanggar syariat, seperti Korupsi, riba, mencuri, berbuat curang, mengambil harta anak yatim dan sebagainya. Mereka sengaja merencanakan hal-hal diatas kemudian bersedekah agar impas, tidak ada dosa. Perilkau seperti itu tentu saja tidak dibenarkan dalam agama Islam. Hal itu ibarat membersihkan kotoran (dosa) dengan kotoran (korupsi dll) yang lain.

2. Mendapat Naungan Di Hari Kiamat Rasulullah SAW menceritakan tentang tujuh jenis manusia yang akan mendapat naungan di suatu hari, yang ketika itu tidak ada naungan selain dari Allah SWT.Salah satu jenis manusia yang mendapatkan naungan itu adalah orang yang gemar bersedekah.
Rasulullah SAW bersabda, 
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421).

3. Harta Tidak Akan Berkurang Janji Allah SWT yang sangat hebat lainnya adalah bahwa harta tidak akan berkurang neski kita sedekahkan semuanya, hanya sedikit yang tersisa buat kebutuhan sehari- hari.
Rasulullah SAW bersabda, 
“Harta tidak akan berkurang dengan bersedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim).

Lalu bagaimana harta kita tidak berkurang padahal kita telah menguranginya dengan bersedekah?

Dalam Syarh Shahih Muslim, An-Nawai menjelaskan, para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud di sini mencakup dua hal. Pertama yaitu hartanya diberkahi dan dihindarkan dari mara bahaya. Maka pengurangan harta menjadi impas tertutupi oleh berkah yang abstrak. Hal ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan. Meski banyak juga yang terlihat oleh mata bahwa mereka yang rajin sedekah lalu justru bertambah kaya dan sejahtera, seperti banyak yang diceritakan oleh mereka yang pernah mengalaminya, termasuk penulis sendiri, diberbagai media. Kedua, jika secara zatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut impas tertutupi pahala yang didapat dan pahala ini akan dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknya.
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 261). 
Ini janji Allah SWT lho, bukan janji manusia.
Rasulullah saw bersabda:

"Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian." (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)
 
Anda percaya? Kalau belum percaya, cobalah mulai sekarang dan rasakan perbedaannya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar