Senin, 09 Januari 2017

Muslim yang bijak memanfaatkan 5 perkara sebelum datangnya 5 perkara

Sobat Blogger yang budiman, bahwa dunia ini fana, saya yakin kita semua sudah sangat memahaminya. Bahwa kehidupan kita di dunia ini hanyalah satu bagian dari rangkaian kehidupan kita yang dimulai dari alam ruh sebelum masing-masing memasuki jasad/badan yang mengantarkan kita menuju pintu dunia, yang akan diakhiri di alam akhirat saat seluruh amal perbuatan umat manusia telah dihisab dan masing-masing kita akan menempati sisi yang berbeda tergantung amal perbuatan kita di dunia, surga atau neraka.

Kehidupan kita yang fana inipun tidak kita ketahui seberapa lama kita akan menjalaninya, 1 tahun, 10 tahun, 63 tahun sesuai umur Nabi Muhammad SAW, atau 100 tahun, Wallahu Alam. Apa jadinya jika kita tidak mampu memaksimalkan umur yang kita miliki secara bijak? Apa jadinya jika kehidupan kita yang fana di dunia tidak memberi pertolongan kepada kita di akhirat kelak? Naudzubillah min dzalik....

Lantas apa yang seharusnya kita lakukan? Saya ingin memberikan sedikit pencerahan kepada Anda sekalian, suatu nasehat dari Rasulullah SAW berikut :

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِك

Sabtu, 07 Januari 2017

Inilah 8 sumber rejeki dari Allah SWT berdasarkan Al Quran

Setiap manusia yang lahir di dunia selalu berusaha mencari rejekinya masing-masing untuk sekedar bertahan hidup ataupun ingin hidup dengan kondisi yang berkecukupan. Cara mencarinya pun tentu akan berbeda bagi setiap orang, ada yang karena menghambakan dirinya kepada Allah, senantiasa mencari rejekinya di jalan yang halal, dan adapula yang karena menghambakan dirinya kepada sisi duniawi saja, tidak peduli apakah itu halal ataupun haram, yang penting bisa mencapai tujuannya mengejar harta sebanyak-banyaknya.

Minggu, 01 Januari 2017

Menjadikan kematian sebagai tujuan hidup

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Seorang bapak bertanya kepada anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, "Nak, kalau besar mau jadi apa?" "Dokter pak!!" Spontan anak itu menjawabnya... Anak yang lain mungkin menjawab "jadi polisi", "jadi orang kaya" dan lain-lain. Hal tersebut wajar dan memang seharusnya itulah yang harus mereka jawab, sebab setiap orang harus mempunyai sebuah cita-cita , sebuah tujuan hidup, sebuah angan-angan kelak di masa depan. Biarkanlah anak hidup mengejar mimpinya..

Tapi, akankah kita membiarkan anak hidup hanya sebatas mengejar cita-cita saja? TIDAK !! Ada satu hal yang maha penting untuk kita lekatkan di hati dan pikiran anak dan keluarga kita, bahwa dunia ini hanyalah fatamorgana, dunia ini fana, tidak kekal, bahwa akan ada kehidupan selanjutnya yang bernama akhirat, bahwa akan ada pintu masuk ke dunia selanjutnya yang kita sebut sebagai KEMATIAN.

Sedekah tidak akan memiskinkan anda

Assalamu Alaikum Wr. Wb.
 
Sedekah berasal dari kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu' (sedekah secara spontan dan sukarela).