Sobat Blogger yang budiman, bahwa dunia ini fana, saya yakin kita semua sudah sangat memahaminya. Bahwa kehidupan kita di dunia ini hanyalah satu bagian dari rangkaian kehidupan kita yang dimulai dari alam ruh sebelum masing-masing memasuki jasad/badan yang mengantarkan kita menuju pintu dunia, yang akan diakhiri di alam akhirat saat seluruh amal perbuatan umat manusia telah dihisab dan masing-masing kita akan menempati sisi yang berbeda tergantung amal perbuatan kita di dunia, surga atau neraka.
Kehidupan kita yang fana inipun tidak kita ketahui seberapa lama kita akan menjalaninya, 1 tahun, 10 tahun, 63 tahun sesuai umur Nabi Muhammad SAW, atau 100 tahun, Wallahu Alam. Apa jadinya jika kita tidak mampu memaksimalkan umur yang kita miliki secara bijak? Apa jadinya jika kehidupan kita yang fana di dunia tidak memberi pertolongan kepada kita di akhirat kelak? Naudzubillah min dzalik....
Lantas apa yang seharusnya kita lakukan? Saya ingin memberikan sedikit pencerahan kepada Anda sekalian, suatu nasehat dari Rasulullah SAW berikut :
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam pernah menasehati seseorang,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِك
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara
(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”
(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya 4: 341. Al Hakim mengatakan bahwa
hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim namun keduanya tidak
mengeluarkannya. Dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Ghonim bin Qois berkata,
كنا نتواعظُ في أوَّل الإسلام : ابنَ آدم ، اعمل في فراغك قبل شُغلك ، وفي شبابك لكبرك ، وفي صحتك لمرضك ، وفي دنياك لآخرتك . وفي حياتك لموتك
“Di awal-awal Islam, kami juga saling menasehati: wahai manusia,
beramallah di waktu senggangmu sebelum datang waktu sibukmu, beramallah
di waktu mudamu untuk masa tuamu, beramallah di kala sehatmu sebelum
datang sakitmu, beramallah di dunia untuk akhiratmu, dan beramallah
ketika hidup sebelum datang matimu.” (Disebutkan dalam Hilyatul Auliya’. Dinukil dari Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 387-388). Sumber
Nasehat yang sangat sederhana, simple, namun sangat dalam maknanya bagi kita kaum Muslim, buat dijadikan panutan dan arah hidup kita yang fana ini.
Kelima perkara yang disebutkan Rasulullah SAW di atas, adalah berhubungan erat dengan pelaksanaan ibadah kita kepada Allah SWT baik itu amalan wajib maupun sunnah. Jika pada saat kita masih muda, masih sehat, masih berkecukupan dan masih memiliki waktu luang saja kita malas beribadah, sering menunda-nunda dan mengulur waktu beribadah, apalagi jika kita sudah tua, sakit, miskin dan saat kita sedang sibuk.
Jika saat kita muda susah sekali untuk shalat, apalagi saat anda sudah tua. Ingat, ala bisa karena biasa.
Jika saat kita sehat saja susah untuk beribadah, apalagi jika kita sudah terbaring sakit tanpa mampu berbuat apa-apa.
Jika saat kita kaya dan berkecukupan saja susah mengeluarkan zakat dan sedekah, mana mungkin anda mau melakukannya jikalau sudah miskin. Ingat, hidup berputar seperti roda, kadang kita berada di atas, kadang di bawah.
Jika saat memiliki waktu luang saja kita susah dan enggan belajar agama, mana mungkin kita bisa belajar saat sedang sibuk.
Janganlah menunda-nunda ibadah dan berbuat kebajikan saat masih hidup, karena jika kematian sudah menghampiri, tidak ada sesuatupun, seseorangpun yang akan menjadi penolong kita selain amal perbuatan selama kita hidup.
Shalatlah sebelum kalian di shalatkan.
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar