Setiap manusia yang lahir di dunia selalu berusaha mencari rejekinya masing-masing untuk sekedar bertahan hidup ataupun ingin hidup dengan kondisi yang berkecukupan. Cara mencarinya pun tentu akan berbeda bagi setiap orang, ada yang karena menghambakan dirinya kepada Allah, senantiasa mencari rejekinya di jalan yang halal, dan adapula yang karena menghambakan dirinya kepada sisi duniawi saja, tidak peduli apakah itu halal ataupun haram, yang penting bisa mencapai tujuannya mengejar harta sebanyak-banyaknya.
Kita kaum Muslim senantiasa berusaha semampu kita mencari rejeki secara halal, diiringi dengan doa dan ibadah dan diakhiri dengan sikap berserah diri, bertawakkal kepada Allah SWT untuk hasil dari usaha yang telah kita lakukan. Tidak penting lagi hasil yang kita dapatkan, yang penting proses yang kita lakukan sudah maksimal dan berjalan di atas aturan dan tuntunan dari
Allah SWT.
Dalam Al Quran, Allah SWT memberikan kepada manusia sumber rejeki yang bisa kita peroleh di dunia ini. Dengan memahami sumber-sumber rejeki tersebut, diharapkan kita kaum Muslim bisa mengintrospeksi diri kita masing-masing, jikalau masih merasa Allah SWT tidak adil kepada kita atas apa yang telah kita lakukan dalam mengejar rejeki Allah yang bertebaran di muka bumi.
1. Rejeki Yang Telah Dijamin oleh Allah SWT untuk kita.
Semua makhluk Allah yang dilahirkan ke muka bumi ini telah dijamin rejekinya oleh Sang Pencipta, Allah SWT. Tidak terkecuali binatang sekalipun, telah dijamin rejekinya di dunia ini. Hal inilah yang harus kita yakini sebelum melangkah keluar dari rumah mencari rejeki. Rejeki yang dimaksud bisa dikatakan adalah modal kita untuk bertahan hidup di dunia, modal awal bagi kita, yang nilainya tidak bisa ketahui, tidak mungkin kita hitung dan tidak bisa kita ketahui apakah nilainya sama untuk setiap orang.
"Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah rezekinya" (Q.S.11:6)
2. Rejeki Karena Usaha yang Kita Lakukan
Rejeki yang diperoleh adalah hasil dari jerih payah kita dalam berusaha. Tidak mungkin seseorang yang cuma tidur bermalas-malasan akan mendapatkan hasil yang sama dengan orang lain yang bekerja keras di luar sana, baik dengan mengandalkan tenaganya, ataupun yang mengandalkan kecerdasannya. Semakin keras dan besar usaha kita, Insya Allah akan semakin besar pula peluang kita mendapatkan rejeki yang banyak.
"Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya" (Q.S.53:39)
3. Rejeki Karena Bersyukur kepada Nya
Jika hari ini hasil yang didapatkan kurang dari yang diperoleh di hari sebelumnya, jangalah kecewa. Tetaplah mensyukuri apa yang kita dapatkan hari ini. Bagaimana kita mensyukurinya? Bisa dengan hati dan lisan, dan yang terpenting adalah dengan menambah kualitas dan kuantitas ibadah kita. Itulah ungkapan rasa syukur terbaik seorang hamba kepada penciptanya.
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu" (Q.S.14:7)
4. Rejeki yang tidak terduga
Seringkali kita menyaksikan di media televisi, seorang penjaga masjid mendapat rejeki tak terduga, naik ke tanah suci Makkah. Padahal untuk makan sehari-hari saja dia kesulitan, apalagi membayangkan bisa berhaji dan berkunjung ke makam panutan umat manusia sedunia, Muhammad SAW. rejeki tidak terduga seperti ini tentulah hanya Allah yang bisa mengaturnya, bukan atas kehendak kita. Tentu saja kita wajib bertakwa bertawakkal kepada-Nya, selain kesyukuran seperti dijelaskan di atas, agar semakin banyak rejeki tak terduga yang diberikan Allah kepada kita, tetapi jangan karena mengharapkan itu semua kemudian kita menjadi bertakwa kepada-Nya.
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan
baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak
disangka-sangkanya"
(QS. At Thalaq :2)
(QS. At Thalaq :2)
5. Rejeki karena Istigfar
Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan dan dosa, baik itu yang kecil-kecil ataupun dosa besar. Perbanyaklah istigfar untuk lebih mensucikan diri kita dan membuka jalan rejeki dari Allah SWT. Ingatkah akan kisah umat Nabi Yunus AS yang penuh dengan kemaksiatan, namun hidup dalam kesempitan, yang kemudian setelah mereka bertaubat dan bertakwa kepada Allah, diberikan kemakmuran selama 80 tahun?
"Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,
pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan
memperbanyak harta” (QS. 71 : 10-11)
6. Rejeki karena Menikah
Anda sering mendengar istilah menikah membuka pintu rejeki? Itulah yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-Nya. Janganlah menunda untuk menikah karena takut tidak mampu membiayai kehidupan keluarganya kelak setelah berkeluarga, karena Allah SWT sudah menjanjikan rejeki berlimpah kepada kita melalui pintu gerbang pernikahan. Ada yang sudah wajib menikah tapi belum melaksanakannya? Bersegeralah menikah, dan pintu rejeki anda akan terbuka. Abdurrahman bin Auf r.a, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, sebelum menikah hanyalah penjual tali yang miskin, setelah menikah menjadi salah seorang pengusaha ternama di kota Madinah.
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan
juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan
perempuan. Jika mereka miskin, maka Allah akan memberikan kemapanan
kepada mereka dengan karunia-Nya.”(QS. an-Nur : 32)
7. Rejeki karena Anak
Sesuai penjelasan di point pertama, bahwa setiap yang lahir ke bumi sudah diberikan rejekinya masing-masing. Mungkin pula rejeki kita melalui anak-anak kita. Janganlah takut dan berpikir anak-anak kita hanya akan menyusahkan kita, sehingga kita kadangkala mencegah diri kita untuk melahirkan. Rejeki kita mungkin saja akan hadir lewat doa-doa yang dipanjatkan oleh anak kita yang shaleh.
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rejeki mereka dan juga (rejeki) bagimu.”(QS. al-Isra 31)
8. Rezeki Karena Sedekah
Janganlah anda takut harta anda akan berkurang kalau bersedekah, karena Allah menjanjikan kepada kita akan ditambahkan rejeki kita, selain pahala yg kita peroleh. Yang penting kita ikhlas melakukannya. Silahkan lihat postingan kami sebelumnya, sedekah tidak akan memiskinkan anda.
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak" (QS. Al Baqarah 245)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar